Beberapa Cara Cek Kesehatan Yang Diperlukan Sebelum Menikah

BERKAHPOKER Premarital check up dilakukan untuk mengetahui riwayat kesehatan kedua calon pengantin sehingga apabila satu atau keduanya memiliki gen penyakit bawaan, misalnya Thalasemia. Manfaat lain dari tes ini adalah untuk mendeteksi dan pengobatan dini guna mencegah virus menyebar ke organ tubuh yang lain.

Program screening pranikah yang ditawarkan di klinik dan rumah sakit berbeda-beda sehingga kalian dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dan bujet. Artikel di bawah akan membantumu mengetahui tes penting di dalam program tes skrining pranikah. Apa saja?

1. Tes HIV

Penularan AIDS terjadi melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terjangkit HIV, transfusi darah yang sudah terkontaminasi oleh virus, dan dari ibu yang positif HIV ke janin yang ada di kandungannya. Tes HIV/AIDS sebelum menikah disarankan guna mencegah penularan terhadap pasangan dan bayi atau anak terutama setelah menikah.

Premarital Screening Programs in the Middle East, from a Human Right’s Perspective menjelaskan mayoritas pasien yang positif AIDS tidak mengetahui bahwa dirinya telah terjangkit virus. Deteksi dini dan pengobatan dengan menggunakan terapi antiretroviral dapat mengurangi risiko penularan HIV di antara sesama pasangan dan penularan kepada bayi yang ada di kandungan.

2. Tes HBsAg (hepatitis B surface antigen)

HBsAg (hepatitis B surface antigen) adalah tes untuk mendeteksi apakah ada infeksi hepatitis B pada darah. Seseorang yang positif memiliki hepatitis B harus segera mendapatkan pengobatan. Obat antiviral adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati orang dengan hepatitis B.

Medical Screening menjelaskan alasan utama dilakukannya screening tes untuk hepatitis B, hepatitis C, dan HIV adalah untuk mencegah janin dari infeksi yang diakibatkan penularan sewaktu melakukan hubungan seksual dan selama masa prenatal.

3. Tes antibodi hepatitis C (anti-HCV antibodi)

80% dari orang yang positif terkena virus hepatitis C tidak menunjukkan gejala. Virus hepatitis C apabila tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan kanker hati. Meskipun kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala, namun perlu diketahui gejala awal dari terinfeksi virus hepatitis C antara lain:

  • Nyeri sendi
  • Kulit berwarna kuning termasuk bagian bola mata yang berwarna putih juga berwarna kuning
  • Demam
  • Sakit perut dan muntah
  • Urine berwarna gelap dan feses berwarna abu-abu
  • Sering merasa kelelahan

Penularan virus hepatitis C terjadi melalui penggunaan alat medis yang tidak steril, penggunaan narkotik yang menggunakan jarum suntik, transfusi darah yang tidak steril, hubungan seksual dengan sesama jenis khususnya pria, dan hubungan seksual dengan orang yang positif HIV.

Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi oleh virus hepatitis C maka perlu dilakukan tes anti-HCV antibodi.perempuan dewasa yang memiliki riwayat penyakit seksual menular seperti HIV dan sifilis, pernah melakukan tato, dan hemodialisa di tempat yang tidak higienis, perlu melakukan tes skrining anti-HCV antibodi di awal kehamilan.

4. Tes hitung darah lengkap untuk mendeteksi Thalasemia

Tes hitung darah lengkap atau complete blood count adalah tes untuk mengukur jumlah Hemoglobin (Hb) dan jenis sel darah merah lainnya. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit Thalasemia. AGEN POKER TERPERCAYA

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang menyebabkan tubuh memiliki jumlah atau kadar Hb yang rendah. Akibatnya orang tersebut sering merasa kelelahan, mempunyai anemia, proses pertumbuhan terhambat dan mengalami komplikasi kesehatan lainnya. Thalasemia merupakan penyakit keturunan dan ini salah satu sebabnya premarital screening penting untuk dilakukan di awal.

Thalasemia disebabkan oleh mutasi pada sel DNA yang membuat Hb. Untuk membuat Hb dibutuhkan alpha chain dan beta chain. Mutasi gen mengakibatkan produksi alpha chain dan beta chain berkurang. Semakin banyak gen mutasi, semakin akut penyakit Thalasemianya. Thalasemia akut mengakibatkan pasien harus melakukan transfusi darah sepanjang hidupnya dan apabila terjadi di bayi, dapat mengakibatkan kematian.

Apabila kedua pasangan atau calon orangtua memiliki gen pembawa Thalasemia, maka konsultasi dengan dokter spesialis genetika sangat dianjurkan terutama bila kedua pasangan menginginkan untuk memiliki anak.

5. Analisa Hb untuk mendeteksi anemia sel sabit

Tes darah yang menganalisis hemoglobin (Hb) dilakukan untuk mendeteksi penyakit anemia sel sabit (Sickle Cell Anemia).

Anemia sel sabit adalah sebuah penyakit darah yang sifatnya keturunan di mana darah tidak bisa mengalir ke seluruh tubuh karena bentuknya yang bulan sabit sehingga saling melekat dan kemudian menutupi saluran pembuluh darah. Akibatnya orang tersebut merasakan kesakitan dan mengalami kerusakan pada jaringan tubuh. Diagnosis umumnya dilakukan saat bayi berusia 4 hingga 6 bulan.

gejala Anemia Sel Sabit antara lain:

  • Tangan dan kaki sering bengkak
  • Warna kulit dan bagian mata yang berwarna putih menjadi kekuningan
  • Sering mengalami infeksi
  • Sering mengompol
  • Bayi sering rewel
  • Sakit di punggung, lengan, kaki, dan dada
  • Sering merasa kelelahan akibat dari anemia

Apabila satu atau kedua calon orang tua memiliki SCT (Sickle Cell Trait) yang merupakan gen pembawa, maka peluang untuk memiliki anak yang mengidap Anemia Sel Sabit tinggi. Orang yang memiliki SCT tidak menunjukkan gejala dan ini sebabnya tes darah Hb penting. Konsultasi dengan dokter spesialis genetika dianjurkan apabila kedua pasangan menginginkan untuk memiliki anak.

Meskipun tes ini sifatnya tidak wajib, namun alangkah baiknya apabila dilakukan di awal supaya dapat mencegah penularan penyakit seperti AIDS dan hepatitis B serta C. Kemudian untuk penyakit kelainan darah seperti thalasemia dan anemia sel sabit, pasangan dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis genetika mengenai program kehamilan. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *