Beberapa Penyakit Yang Harus Di Waspadai Untuk Menghindari Kematian Mendadak

BERKAHPOKER Mempunyai tubuh yang sehat sangatlah penting karena itu adalah salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas hidup seseorang. Inilah kenapa kesehatan tubuh harus dijaga dengan cara mengontrol asupan makanan, rajin olahraga, dan istirahat cukup.

Menjaga kesehatan tubuh juga dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit berbahaya. Perlu kamu ketahui, ada beberapa penyakit yang bisa bila tidak segera mendapat penanganan menyebabkan kematian secara mendadak.

Criminology International mengartikan kejadian meninggal secara mendadak sebagai kematian yang terjadi 24 jam setelah gejala penyakit muncul.

Di bawah ini akan dibahas beberapa penyakit yang awalnya tidak menunjukkan gejala signifikan, tetapi bisa berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan baik. Inilah daftar penyakit yang bisa menyebabkan penderitanya meninggal mendadak yang tentunya patut kita waspadai bersama.

1. Aritmia dan henti jantung mendadak

Aritmia adalah kondisi nadi jantung berdenyut tidak normal misalnya terlalu cepat, terlalu lambat, atau berdenyut dengan irama yang tidak beraturan.

Aritmia bisa menyebabkan seseorang mengalami henti jantung mendadak (sudden cardiac death) yang mana jantung tidak dapat memompa darah ke otak dan sebagai akibatnya seseorang bisa meninggal bila tidak segera mendapatkan penanganan. Dilansir UCLA David Geffen School of Medicine, aritmia menyebabkan 200.000 hingga 300.000 orang meninggal secara tiba-tiba setiap tahunnya.

Gejala utama dari henti jantung mendadak adalah merasakan jantung berdetak terlalu cepat atau tidak beraturan dan merasa pusing terhuyung-huyung seperti hendak jatuh. Namun, tidak sedikit pula yang tidak menunjukkan gejala apa pun.

Lebih lanjut, kondisi henti jantung mendadak lebih banyak dialami oleh orang laki-laki dibandingkan orang perempuan, terutama di usia 30 hingga 40 tahunan.

Seseorang yang memiliki kondisi berikut ini lebih berisiko mengalami henti jantung mendadak:

  • Pernah mengalami serangan jantung. Seseorang yang baru saja mengalami serangan jantung rentan terhadap henti jantung mendadak, terutama selama 6 bulan setelah serangan jantung
  • Sesaat setelah serangan jantung, pernah mengalami kondisi ventrikel takikardi (bilik jantung berdetak terlalu cepat), atau ventrikel fibrilasi (jantung berdetak dengan arus listrik yang terlalu cepat dan tidak beraturan)
  • Memiliki penyakit jantung koroner, termasuk riwayat kesehatan seperti aktif merokok, jantung yang membesar, dan kolesterol tinggi
  • Memiliki anggota keluarga yang mempunyai masalah dengan kesehatan jantung. Contohnya sindrom Wolf-Parkinson-White, henti jantung mendadak, dan blok jantung
  • Sering pingsan dengan alasan yang tidak jelas
  • Memiliki riwayat kelainan di pembuluh darah dan memiliki penyakit jantung bawaan
  • Obesitas dan diabetes
  • Memiliki kondisi kardiomiopati (otot jantung tidak elastis dan kaku)
  • Menggunakan obat terlarang seperti narkotika

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Melakukan tes kesehatan jantung secara rutin setiap tahunnya
  • Rajin berolahraga dan menerapkan pola makan rendah lemak
  • Tidak merokok
  • Menurunkan berat badan terutama bila memiliki berat badan melebihi batas normal
  • Apabila memiliki penyakit diabetes, pastikan gula darah terkontrol
  • Apabila memiliki riwayat penyakit jantung, rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memonitor kesehatan jantung

2. Hematoma intrakranial

Hematoma intrakranial adalah pendarahan yang terjadi di dalam tengkorak karena pecahnya pembuluh darah di dalam kepala. Pembuluh darah ini pecah karena cedera, misalnya jatuh atau mengalami kecelakaan.

Seseorang yang pernah jatuh dan mengalami kecelakaan disarankan untuk melakukan pemindaian CT scan atau MRI untuk memeriksa apakah ada penggumpalan darah atau pembengkakan di otak. Hasilnya akan membantu dokter dalam menentukan langkah pengobatan yang tepat, misalnya pemberian resep obat atau operasi. AGEN POKER TERPERCAYA

Untuk mencegah hematoma intrakranial, dianjurkan untuk mengenakan helm saat mengendarai sepeda, sepeda motor, skateboard, atau skuter. Lalu, jangan lupa kenakan sabuk pengaman saat berkendara dengan mobil. Anak-anak yang pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga sangat disarankan untuk diperiksakan ke dokter guna memastikan tidak ada cedera di otak dan kepala.

3. Hematoma subdural

Hematoma subdural adalah pendarahan yang terjadi di antara lapisan dura dan selaput arachnoid. Lapisan dura adalah lapisan terluar di selaput mening yang melindungi otak dan tulang belakang.

Hematoma subdural umumnya terjadi di bayi atau balita dan lansia. Pada bayi atau balita, ini bisa terjadi akibat kekerasan dalam rumah tangga, misalnya dipukul, diguncang keras, atau trauma saat proses persalinan. Sementara pada lansia, ini bisa terjadi karena penyusutan di otak yang lalu menyebabkan pembuluh darah di otak meregang dan mudah robek.

Pencegahan dapat dilakukan dengan secara ketat memantau lansia agar tidak jatuh, mengawasi anak di rumah, menggunakan protokol keselamatan seperti sabuk pengaman dan helm saat berkendara atau melakukan aktivitas yang memiliki risiko jatuh atau cedera.

4. Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan di arteri paru-paru karena saluran arteri tersumbat oleh gumpalan-gumpalan darah. Gumpalan darah umumnya berasal dari darah yang menggumpal di pembuluh darah vena dalam (deep vein) di kaki. Gumpalan ini kemudian berjalan ke atas menuju paru-paru. Apabila gumpalan terlalu banyak, darah tidak bisa mengalir ke paru-paru dan terjadilah emboli paru.

Sepertiga dari pasien dengan emboli paru dapat meninggal dunia karena jantung berhenti mendadak (cardiac arrest) sebelum dokter menemukan gumpalan atau penyumbatan di rumah sakit.

Pola hidup yang tidak sehat seperti merokok dan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak juga meningkatkan risiko terkena penyakit seperti aritmia, emboli paru, dan aneurisme aorta. Lalai protokol keselamatan seperti mengenakan helm dan sabuk pengaman juga meningkatkan risiko hematoma.

Apabila kamu atau orang di sekitarmu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi, jangan buang waktu dan segera cari pertolongan medis. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *