Beberapa Resiko Diet Dengan Mengandalkan Jus

BERKAHPOKER Detoksifikasi atau detoks dengan minum jus, atau dikenal dengan juice cleanse, adalah diet detoks yang melibatkan sayuran dan buah (dan sering kali tidak ada asupan lain) untuk jangka waktu, biasanya satu hingga tiga hari. Para pendukungnya percaya bahwa minum jus membanjiri tubuh dengan nutrisi penyembuhan sekaligus membuang racun dan limbah tubuh.

Cara tersebut juga dianggap dapat mendukung proses detoksifikasi alami tubuh dengan membersihkan makanan dari gula, kafein, makanan olahan, dan zat lain yang dapat menguras energi. Namun, penelitian yang mendukung klaim ini masih kurang dan berat badan yang hilang selama pembersihan jus kemungkinan akan diperoleh kembali setelah pola makan normal dilanjutkan.

Nah, kamu perlu tahu apa saja risiko dari diet dengan mengandalkan jus untuk detoks bagi kesehatan, apalagi bila sampai dilakukan dalam jangka waktu panjang.

1. Asupan kalori rendah, membuat tubuh berada dalam mode kelaparan

Tergantung jenis diet detoks yang dilakukan dan berapa banyak botol atau gelas jus yang diminum, kalori yang akhirnya dikonsumsi seseorang setiap hari bisa berkisar antara 800 atau 1.200 kalori. Bila ini dilakukan selama 10 hari, asupan rendah kalori ini bisa menyebabkan tubuh berada dalam mode kelaparan, yang artinya akan mencoba menghemat kalori dengan memperlambat metabolisme, karena tubuh tidak tidak tahu kapan akan mendapat asupan makanan lagi.

Melakukan diet dengan juice cleanse biasanya mengurangi kalori dalam pola makan seseorang, dan dapat membantu menurunkan sedikit berat badan. Akan tetapi, ketika seseorang menghentikan pola makan biasa dengan melakukan diet ekstrem atau pilihan makanan sangat terbatas, nantinya mereka cenderung menghadiahi diri dengan makan makanan yang mereka suka, dan bahkan bisa berlebihan.

2. Kekurangan protein

Diet dengan mengandalkan jus umumnya tidak mengonsumsi protein sama sekali atau sangat membatasinya. Padahal, kita butuh pasokan protein yang cukup setiap harinya untuk membangun sel-sel kekebalan tubuh yang sehat dan meregenerasi otot setelah olahraga.

Buah-buahan dan sayuran hanya memiliki sedikit protein. Namun, beberapa paket jus kemasan mungkin menyertakan minuman susu kacang, seperti kacang mete atau almon, sebagai salah satu minuman harian, yang menawarkan sedikit protein dan lemak.

Orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih rentan terhadap infeksi jika melakukan juice cleanse karena mereka sudah memiliki penyimpanan protein yang lebih sedikit.

3. Ada risiko kadar gula darah rendah

Juice cleanse juga bukan ide baik untuk orang-orang dengan diabetes yang mungkin sedang minum obat untuk meregulasi aktivitas insulinnya. Minum terlalu banyak jus dapat menyebabkan kadar gula darah tidak stabil. AGEN POKER TERPERCAYA

Diet dengan jus ini rendah kalori dan mungkin dapat menyebabkan kadar gula darah rendah, yang mana dapat berbahaya bagi orang-orang dengan diabetes dan hipoglikemia. Gejala kadar gula darah rendah meliputi pusing, pingsan, kelemahan, gemetar, sakit kepala, dan lapar.

4. Risiko mengalami infeksi bakteri

Bila mengonsumsi jus yang tidak dipasteurisasi atau jus belum melewati proses untuk menghilangkan bakteri, maka ini meningkatkan risiko terkena penyakit. Ini terutama berlaku pada orang-orang dengan penyakit kronis, memiliki sistem imun yang lemak, lansia, dan anak-anak, menurut keterangan dari National Center for Complementary and Integrative Health.

jika kamu membuat sendiri jus di rumah, pastikan untuk membersihkannya dengan benar sebelum mengolahnya. Simpan sisa jus di dalam wadah tertutup dan minum dalam kurun waktu 24 jam.

5. Berpotensi bahaya untuk ginjal

Seorang pasien yang mengalami gagal ginjal setelah melakukan “puasa jus” selama 6 minggu. Pasien membuat jurnal terperinci tentang jus yang dia konsumsi, yang menunjukkan bahwa dia memiliki perkiraan asupan harian sebanyak 1.260 mg oksalat.

Oksalat adalah asam organik yang ada secara alami dalam banyak tanaman. Ini juga merupakan nefrotoksin, yang berarti jumlah besar dapat merusak ginjal.

Jus dari buah dan sayuran segar memang bisa jadi bagian dari pola makan seimbang. Akan tetapi, mengingat jus minum akan serat makanan, ini seharusnya tidak menggantikan makanan utuh. Mengandalkan jus untuk menurunkan berat badan bukan strategi efektif untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Ingat, berat badan yang hilang sebagian besar adalah air dan ini bisa kembali setelah pola makan kembali normal. Untuk diet paling tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh, kamu bisa berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *