Joe Biden Terpilih Menjadi Presiden Diusia 77 Disaat Lanjut Usia

Joe Biden Terpilih Menjadi Presiden Diusia 77 Tahun Disaat Lanjut Usia

Joe Biden Terpilih Menjadi Presiden Diusia 77 Disaat Lanjut Usia

BERKAHPOKER Setelah menjalani pesta demokrasi yang cukup panjang, Joe Biden resmi menang dari lawannya, Donald Trump. Di usianya yang ke-77, yang nanti saat dilantik pada 20 Januari 2021 mendatang usianya akan 78 tahun, ia akan menjadi presiden AS tertua saat dilantik dalam sejarah negara tersebut.

Ia pun tercatat sebagai presiden Amerika Serikat yang (akan) dilantik di usia tertua, yaitu 77 tahun. Sebelumnya, adalah Trump yang memegang “rekor” tersebut. Usianya 73 tahun saat dilantik pada tahun 2017 lalu.

Usia Biden membuat publik khawatir ia tak mampu menjalankan tugas sebagai presiden dengan baik. Akan tetapi, dokter pribadi Biden, Kevin O’Connor, menampik hal tersebut. Ia bahkan membeberkan rekam medis Biden dan menyebutkan bahwa kondisi pasiennya sangat sehat untuk jadi presiden.

1. Mengintip rekam medis Joe Biden

Seperti yang disebutkan di atas, dokter Biden, O’Connor sempat mempublikasikan rekam medis sang presiden terpilih pada Desember 2019. Melalui catatan tersebut, ada beberapa poin yang menjadi perhatian.

Di satu sisi, Biden dideskripsikan memiliki kebiasaan yang baik dalam menjaga kesehatan, yakni tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, serta rutin berolahraga minimal lima kali dalam seminggu. AGEN POKER TERPERCAYA

Akan tetapi, laki-laki dengan nama asli Joseph R. Biden Jr. tersebut memiliki banyak riwayat penyakit di masa lalu. Di antaranya:

  • Pernah mengalami atrial fibrilasi episodik;
  • Pernah mengalami dua kali aneurisma pada otak;
  • Menjalani operasi kanker kulit non-melanoma;
  • Pernah terdiagnosis hiperlipidemia;
  • Memiliki riwayat GERD;
  • Penyakit alergi musiman;
  • Divertikulosis dan polip (non-cancerous tubular adenoma).

Sementara itu ditinjau dari kondisi fisik, Biden memiliki tinggi 180,3 cm dan berat 80,7 kg. Dengan begitu indeks massa tubuhnya tergolong normal. Sementara itu, tekanan darahnya sedikit melebihi normal, yaitu 120/84 mmHg.

2. Atrial fibrilasi yang dialami Joe Biden memiliki beberapa dampak serius jika tidak ditangani

Dari rekam medis yang disebutkan di atas, hal pertama yang perlu diperhatikan menurut dr. Chandra adalah riwayat atrial fibrilasi yang dialaminya sejak tahun 2003. Ini merupakan gangguan irama jantung yang menyebabkan denyut tidak beraturan.

Dokter Chandra menyebutkan bahwa kondisi ini memiliki beberapa imbas. Jika denyut jantung terlalu cepat, pasien bisa mengalami gagal jantung, gangguan aliran darah ke otak, dan pembekuan darah. Kondisi tersebut dapat mengarah pada meningkatnya risiko stroke.

3. Penyakit berupa infeksi bisa membuat atrial fibrilasi Biden memburuk

Atrial fibrilasi yang dimiliki Biden bisa kambuh ketika ada faktor pencetusnya. Salah satunya adalah penyakit yang berupa infeksi, seperti flu, demam, dan lain sebagainya. Kenapa demikian?

Ketika pasien atrial fibrilasi mengalami infeksi, denyut nadi akan menjadi lebih cepat daripada biasanya. Hal inilah yang berpotensi untuk membuat atrial fibrilasi kambuh atau memburuk. Akan tetapi, risiko ini dapat diminimalkan jika dokter memberikan obat atau vaksin pencegahan flu, pneumonia, dan penyakit lainnya.

4. Joe Biden harus menjaga tingkat kolesterolnya agar tidak melonjak

Selanjutnya, pada rekam medis yang dipublikasikan O’Connor, tak tertulis seberapa tinggi kadar kolesterol Biden. Namun, terdapat catatan bahwa ia pernah mengalami hiperlipidemia. Ini merupakan istilah untuk menggambarkan kondisi kadar lipid (lemak) yang terlalu tinggi. AGEN POKER ONLINE

Lipid tersebut bisa berupa kolesterol jahat (LDL) atau trigliserida. Namun, jika dilihat dari obat yang dikonsumsi Biden, dr. Chandra mengatakan kemungkinan hal ini disebabkan oleh kadar kolesterol jahat di tubuh laki-laki yang pada tahun 2009 hingga 2017 menjabat sebagai Wakil Presiden AS ke-47 tersebut.

Biden sebaiknya terus mengontrol tingkat kolesterolnya. Sebab ia memiliki riwayat atrial fibrilasi yang bisa diperburuk ketika kadar kolesterol jahat atau LDL melonjak.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *