Pemerintahan Inggris akan Melakukan Vaksin Besar Besaran Ditahun 2021

 

Situs Domino Terpercaya

 

Pemerintahan Inggris akan Melakukan Vaksin Besar Besaran Ditahun 2021

Pemerintahan Inggris akan Melakukan Vaksin Besar Besaran Ditahun 2021

BERKAHPOKER Kasus virus corona (COVID-19) di Inggris meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir. Untuk mencegah gelombang ketiga wabah ini, para peneliti di London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) menilai Inggris harus memvaksin dua juta orang per minggu.

Skenario intervensi paling ketat dengan tingkat 4 di seluruh Inggris dan sekolah ditutup selama Januari dan 2 juta orang divaksinasi per minggu, adalah satu-satunya skenario yang kami pertimbangkan dapat mengurangi beban ICU puncak di bawah tingkat yang terlihat selama gelombang pertama,” demikian hasil studi tersebut sebagaimana dilaporkan CNBC, Selasa (29/12/2020).

Hasil studi juga menyimpulkan bahwa pemberian vaksinasi di atas dua juta per minggu akan memiliki dampak yang jauh lebih besar.

Dengan tidak adanya peluncuran vaksin yang substansial, kasus, rawat inap, masuk ICU dan kematian pada tahun 2021 dapat melebihi jumlah pada tahun 2020.

1. Penularan corona di Inggris

Jumlah kasus infeksi COVID-19 di Inggris memang sedang tinggi-tingginya beberapa waktu terakhir. Itu terjadi akibat adanya varian virus corona baru yang menurut para ahli 70 persen lebih menular. Namun, varian ini diyakini tidak lebih mematikan atau menyebabkan penyakit yang lebih serius.

Meski demikian, penyebaran yang pesat itu membuat pemerintah memberlakukan langkah-langkah pembatasan sosial yang ketat, utamanya di London dan Inggris tenggara. Bahkan rencana untuk melonggarkan pembatasan selama Natal di seluruh negeri juga telah dikurangi atau dibatalkan sama sekali.

Menurut Worldometers pada Rabu, Inggris menjadi negara ke-6 di dunia yang memiliki kasus AGEN POKER TERPERCAYA COVID-19 terbanyak, yaitu dengan 2.382.865 kasus dan 71.567 orang di antaranya meninggal dunia.

2. Vaksinasi COVID-19 di Inggris

Inggris mulai memvaksinasi warganya sejak awal bulan ini dengan vaksin Pfizer. Margaret Keenan, seorang nenek berusia 91 tahun, menjadi orang pertama di dunia yang mendapatkan suntikan Pfizer pada 8 Desember.

Negara itu melakukan vaksinasi dalam beberapa tahap, di mana pada tahap awal ini vaksin akan difokuskan untuk orang-orang yang berusia di atas 80-an dan staf kesehatan serta perawatan.

Selain Pfizer, laporan media selama akhir pekan mengatakan bahwa Inggris juga akan meluncurkan vaksin Oxford-AstraZeneca COVID-19 mulai 4 Januari. Persetujuan penggunaan vaksin itu dari regulator medis negara diharapkan akan diumumkan dalam beberapa hari.

Pemerintah Inggris mengatakan pada Kamis bahwa 600 ribu orang di Inggris telah menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 sejak inokulasi dimulai.

3. Keampuhan vaksin AstraZeneca melawan varian virus baru

Di tengah penyebaran varian virus baru COVID-19 di Inggris, Kepala eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan bahwa para peneliti yakin suntikan vaksin buatan perusahaannya akan efektif melawan varian baru virus corona yang telah membuat kasus COVID-19 Inggris meningkat pesat. Hal itu diungkapkannya kepada Sunday Times pada Minggu (27/12/2020).

“Kami pikir kami telah menemukan formula kemenangan dan bagaimana mendapatkan kemanjuran yang, setelah dua dosis, sesuai dengan yang lainnya,” kata Soriot, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia. “Saya tidak dapat memberitahu Anda lebih banyak karena kami akan menerbitkannya suatu saat nanti.”

“Sejauh ini, kami pikir vaksin seharusnya tetap efektif. Tapi kami tidak yakin, jadi kami akan mengujinya,” tambahnya saat ditanya tentang kemanjuran vaksin terhadap varian baru virus corona yang menyebar di Inggris. AGEN POKER ONLINE

Hasil parsial menunjukkan bahwa suntikan AstraZeneca sekitar 70 persen efektif untuk mencegah penyakit akibat infeksi virus corona, dibandingkan dengan kemanjuran 95 persen vaksin buatan Pfizer dan mitranya di Jerman, BioNTech.

 

Situs Domino Terpercaya

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *