Tanda Tanda Penyakit Kurang Bergerak

Situs Domino Terpercaya

Tanda Tanda Penyakit Kurang Bergerak

Tanda Tanda Penyakit Kurang Bergerak

BERKAHPOKER Masih banyak orang yang sehari-harinya menerapkan gaya hidup minim olahraga serta kurang gerak. Misalnya pekerja yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, rebahan, atau berbaring.

DBH, pelatih kesehatan dan kebugaran tersertifikasi dan asisten profesor kinesiologi dan kesehatan integratif di Point Loma Nazarene University, Amerika Serikat (AS), perilaku kurang gerak ini berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan. Di antaranya adalah obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan peningkatan risiko dari berbagai penyebab kematian.

Efek kurang gerak ini pun tidak butuh waktu lama untuk dirasakan dampaknya pada tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Liverpool, Inggris, dan dipresentasikan dalam European Congress on Obesity di Porto, Portugal, melibatkan 28 orang dengan rerata usia 25 tahun yang berada dalam kondisi sehat, yakni aktif secara fisik (melakukan 10.000 langkah setiap hari) dan memiliki rerata indeks massa tubuh 25 kg/m2.

Dalam waktu 14 hari, aktivitas para partisipan dikurangi 80 persen, yakni hanya melakukan sekitar 1.500 langkah saja setiap hari. Dampak signifikan yang terjadi adalah partisipan kehilangan massa otot, terjadinya perubahan metabolisme, peningkatan lemak tubuh yang cenderung menumpuk pada area perut, memicu peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan risiko kematian dini.

Untuk mengetahui apakah kamu termasuk kelompok yang kurang gerak atau tidak, bisa dicek tanda-tandanya sebagai berikut.

1. Selalu merasa lelah

Stres, pola makan yang buruk, serta ketidakseimbangan hormonal dapat menyebabkan seseorang merasa kelelahan. Akan tetapi, rasa lelah ini juga bisa diakibatkan oleh kurangnya aktivitas fisik.

Semakin seseorang kurang gerak, akan makin lelah dibuatnya. Hal tersebut disebabkan karena tubuh (jantung, paru-paru dan otot) mengalami dekondisi, yakni penurunan kemampuan atau fungsi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Kabar baiknya, dengan bergerak lebih banyak, misalnya dengan rutin olahraga, fungsi tubuh bisa dikembalikan seperti semua,36 orang dewasa berusia muda yang berada dalam kondisi sehat, tapi sering mengeluhkan kelelahan. AGEN POKER TERPERCAYA

Mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok olahraga ringan dan sedang. Hasilnya, melakukan olahraga intensitas ringan maupun sedang sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 6 minggu ternyata mampu membuat mereka lebih berenergi. Namun, penurunan rasa lelah terbesar dialami oleh kelompok olahraga intensitas rungan. Jadi sebetulnya tak butuh usaha susah payah untuk menjadi sehat.

2. Berat badan naik

Untuk mendapatkan berat badan ideal, jumlah asupan kalori setidaknya sama dengan jumlah kalori yang dibakar atau dimetabolisme menjadi energi. Tubuh yang jarang aktif atau pola hidup kurang gerak akan membuat jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada yang dikeluarkan.

Kelebihan kalori ini kemudian disimpan dalam tubuh berbentuk lemak. Malas gerak juga bisa menyebabkan berat badan naik karena mampu menurunkan laju metabolisme.

Aimee Layton, PhD, ahli fisiologi olahraga dari Universitas Columbia, AS, dan anggota Peloton Health & Wellness Advisory Council mengatakan bahwa kurang gerak menyebabkan lebih sedikit aliran darah dan lebih sedikit metabolisme. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu diabetes, serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya.

3. Bernapas jadi lebih sulit

Selain bisa menyebabkan obesitas, kurang gerak juga dapat mengakibatkan penurunan fungsi jantung. Sanul Corrielus, MD, FAAC, ahli jantung bersertifikat dan pemilik Corrielus Cardiology di Philadelphia, AS,bahwa jantung sangat membutuhkan aliran oksigen yang baik. Terlalu sering duduk atau rebahan, membuat pernapasan menjadi dangkal, sehingga menghambat aliran oksigen ke jantung, menyebabkan penurunan fungsi jantung.

Orang yang minim aktivitas fisik, bahkan untuk bergerak sedikit saja, sudah bisa membuat terengah-engah dan mengalami palpitasi, yakni jantung berdebar-debar, kondisi yang bisa semakin memperburuk fungsi jantung jika tidak ditangani dengan efektif.

Menurut Suzanne Steinbaum, MD, seorang ahli pencegahan penyakit jantung, pendiri SRSHeart dan anggota Peloton Health & Wellness Advisory Council mengatakan bahwa semakin lama seseorang berdiam diri, akan semakin rentan mengalami kematian dini serta penyakit jantung.

Steinbaum mengatakan, tanpa gerakan dan olahraga, kita mengalami peningkatan pada sistem saraf simpatik. Aktivitas berlebihan dari saraf simpatik ini menyebabkan peningkatan hormon stres dan penanda inflamasi, memicu pada peningkatan penyakit kardiovaskular.

Untuk mencegahnya, mulai saat ini cobalah lebih banyak bergerak. Corrielus mengatakan, hanya berjalan kaki selama 10 menit pun bisa berpengaruh, asalkan dilakukan secara rutin. Bagi kamu yang selama ini pekerjaannya menuntut banyak duduk, cobalah untuk memberi jeda 1-5 menit tiap 1 jam dengan melakukan peregangan. AGEN POKER ONLINE

Situs Domino Terpercaya

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *